Selasa, 30 Oktober 2012

Deja vu

Pagi itu Ia terbangun dari mimpi anehnya. Seperti berusaha melupakan peristiwa yang terjadi di mimpinya, Naya bergegas mandi dan bersiap diri berangkat menuju kampus, tempat dia menuntut ilmu kedokteran. Tampak berbeda dari biasanya, Naya berubah menjadi sosok yang pendiam hari itu. Ia diam bukan berarti Ia tidak menyukai mata kuliah yang didapatnya melainkan karena mimpinya semalam. Dalam hati Ia bertanya-tanya kenapa Ia bermimpi demikian. kalau ditanya ini mimpi buruk, bukan juga. tapi menurutnya adalah mimpi yang aneh.

Di mimpinya tiba-tiba Miko,  sosok yang telah menjadi lelaki favoritnya selama 5 bulan dan dikenal cuek tiba-tiba mengajaknya pergi. Ia merasa ada keanehan, karena lelaki yang dikenalnya tidak romantis ini tiba-tiba datang kerumah dan menjemputnya dengan membawa bunga lalu mengajaknya pergi. Di sepanjang jalan Naya bertanya kepada Miko kemana tujuan mereka pergi, tetapi Miko hanya menatap Naya dan memberi jawaban sebuah senyuman. Seperti memberikan sebuah energi positif, Naya membalas senyuman Miko dan tanpa sadar menatapnya malu. dan seketika suasana menjadi hening.

Suasana yang mendung dan terasa dingin seolah-olah memancarkan sisi keromantisan seorang Miko, di dalam mobilnya tiba-tiba Ia memegang tangan Naya dan menggenggamnya, saat itu Naya sempat terkejut dengan tingkah Miko yang sangat berbeda dari biasanya dan spontan Naya menatap Miko seperti akan menanyakan sesuatu, tetapi Miko justru menggenggam erat, dan semakin erat tangan Naya dengan senyuman seperti meberi keyakinan sebuah jawaban yang positif. Suasana di dalam mobil terasa hangat dan romantis dengan perubahan Miko yang tiba-tiba itu.

Miko memarkir mobilya dan berdiam diri sejenak didalam mobil, seperti menyimpan sesuatu yang rahasia, Ia hanya menatap Naya dengan senyuman indahnya. kemudian mereka sempat melakukan percakapan sebelum keluar dari mobil, "Mik, kamu mau ngajak aku kemana sih?" Miko hanya tersenyum dan menggenggam tangan Naya.
"kamu kenapa sayang"dengan ekspresi wajah bingung Ia bertanya-tanya penasaran ke Miko.
"Aku boleh minta tolong satu hal ke kamu nggak?"
"Selama aku bisa bantu, nggak masalah kok. emang minta tolong apa?"
"Kamu tinggal ngijinin aku buat nutup mata kamu pake kain ini, gimana?" sambil menunjukkan sehelai kain yang telah diambilnya dari saku bajunya.
"emang mau ngapain sih?"
"sayang, ikutin mauku yaaaaaa..."
tanpa menunggu jawaban dari Naya, lelaki ini langsung menutup mata Naya dengan kain yang Ia bawa, lalu mengajaknya keluar dari mobil dan menuntunnya jalan perlahan. bingung dengan apa yang akan Miko ini lakukan, seketika Naya hanya terdiam dan mengikuti kemana tuntunan arah Miko berjalan karena Ia percaya terhadap senyumnya yang memancarkan sebuah keyainan yang positif.
Dan sampailah mereka di suatu tempat, Naya disandingkan di tempat duduk dengan keadaan mata tertutup, dan sebelum Miko melepaskan ikatan kain itu, tiba-tiba Miko mencium kening Naya dengan penuh perasaan. Beberapa detik berlalu akhirnya Ia membuka penutup mata naya. Naya Speechless melihat semuanya yang ada disekitarnya saat itu. Mulai dari tatanan meja yang dipersiapkan khusus dengan sentuhan lilin kecil yang membuat suasana menjadi romantis dengan setting rumah makan yang dipenuhi taman-taman indah disekitarnya dan dilengkapi dengan suara merdu piano dan biola  yang dilantunkan khusus untuk mereka berdua, lengkap dengan semua makanan dan minuman yang disajikan khusus untuk mereka berdua, dan saat itu semuanya terasa milik berdua.

ketika Naya dan Miko menikmati malam itu dan disaat Miko seperti akan mengatakan sesuatu, tiba-tiba Naya terbangun dengan bunyi alarm yang sudah di settingnya seperti biasa. Mimpi anehnya itu membuat Naya menjadi diam, bertanya-tanya apa yang dimaksud dari mimpinya, apa yang Miko akan katakan di mimpinya, dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Naya terus dibayabg-bayangi oleh mimpinya itu sampai Ia tiba dirumah dan terlelap malami itu.

Keesokan harinya, seperti biasanya Ia terbangun karena suara alarm yang keras itu, tetapi hari ini berbeda. karena sabtu, dan karena di kampus ada acara. Ia memutuskan untuk meliburkan diri sejenak dan memutuskan untuk merefresh pikiran dirumah. mungkin hari ini pemikiran Naya tentang mimpinya itu sedikit terabaikan karena Ia menyibukan dirinya dengan bermacam hal, entah itu perawatan tubuh, membersihkan kamar, atau yang lainya. sekitar jam setengah 7 malam tiba-tiba ada yang membunyikan bel rumah Naya, karena disini Naya kost agar lebih dekat dengan kampus, dan tak ada sanak saudara yang menemaninaya, selalu saja Naya melakukan semua aktifitas di Kost nya sendirian termasuk membuka pintu. setelah pintu itu dibukanya, tiba-tiba Miko muncul dihadapannya membawa setangkai mawar yang indah dan harum. seketika Naya mengingat kejadian ini dalam hati ia berkata, "benar, ini yang ada di mimpiku 2 hari lalu. apa mungkin ini deja vu?" pertanyaan yang tak kunjung berhenti Ia tanyakan pada dirinya sendiri.

setelah Naya menerima bunga itu, tiba-tiba Miko mengajak Naya untuk pergi ke suatu tempat. Semuanya semakin tampak nyata karena semua yang Naya alami mirip dengan apa yang Ia impikan malam itu. Mulai dari saling menatap dan berpegangan tangan, merasakan suasana hangat dan romantis, sosok yang sangat berbeda dari seorang Miko, semuaya sangat mirip dengan mimpinya kala itu, sampai dengan jam kejadian tersebut juga sama. perlahan semua hal ini mulai meyakinkan bahwa mimpinya itu nyata. tak lama kemudian Ia sampai di suatu tempat dan Miko memarkir mobilnya dan lagi-lagi semuanya seperti yang ada di mimpi Naya, mereka melakukan percakapan singkat dan Miko menutup mata Naya dengan kain yang diambilnya dari saku bajunya itu. Tak berhenti disitu, setelah itu mereka keluar dari mobil dan duduk di suatu tempat, semuanya terasa hening tetapi kali ini terasa berbeda karena saat itu Miko membisikkan sesuatu ditelinga Naya  dan mencium keningnya, penuh perasaan dan ketulusan sebelum Miko membuka penutup mata Naya. Semua yang Naya rasakan saat ini mirip dengan apa yang ada di mimpinya kala itu. Naya hanya menatap wajah Miko dan tersenyum bahagia. tak lama seorang pelayan datang membawakan sebuah kotak misterius, diberikannya di meja Naya dan pelayan itu pergi. Naya terkejut, karena Ia berfikir tak ada kotak misterius di mimpinya. Seperti mengerti kebingungan yang Naya rasakan tiba-tiba Miko menggenggam erat tangan Naya, dan seperti telepati, genggaman itu mengirimkan sebuah keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Akhirnya Naya membuka kotak itu dan melihat sebuah kue ulangtahun yang diatasnya terdapat tulisan, " Happy Birthday Naya" dilengkapi dengan nama pemberi "Your Favourite" dan seketika Ia menyadari hari itu Ia telah berulang tahun yang ke 19. perasaan gembura, bahagia, senang, bangga, kagum. heran dan semuanya dikumpulkan menjadi satu dan meneteskan sebuah air mata yang mengharukan.

Malam itu, karena tak bisa mengungkapakan semuanya dengan kata-kata, Naya memeluk erat Miko seperti sedang mengekspresikan perasaannya dan ucapan terimakasih untuk malam ini, semuanya. dan yang Ia rasakan saat itu hanya kehangatan malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar